Jumat, 30 Desember 2016

Awal Ketemu Pacar Bule (LDR First Meeting Indonesia - Belanda)

Hello everyonee! seperti yang udah aku janjiin sebelumnya, next post is gonna be about How We Met So, keep scrolling and reading!

 

Nothing is impossible. Kalimat itu sering aku ucapkan semenjak aku bertemu dengan 'pria asing' yang saat ini dengan bangga dapat kupanggil sebagai tunanganku. Sesuatu yang bagi sebagian orang tidak mungkin dan sering diremehkan.Sesuatu yang sering memunculkan kalimat "masa sih? ah gak mungkin!" Tapi ketika aku mematahkan pendapat mereka... Damn! It feels so good.
Tepatnya satu tahun lalu, aku masih ingat waktu itu aku sedang berada dalam kondisi patah hati oleh seseorang yang benar-benar kucintai. Untuk mengurangi kesedihanku, aku membuka feed facebook-ku dan kulihat ada sebuah artikel dari suatu situs. Aku buka artikel itu dan kubaca isinya. Artikel itu berisi tentang cara mencari penpal dari seluruh dunia. Kulihat ada beberapa website penpal yang waktu itu masih asing di telingaku. Bahkan kata penpal sendiripun aku tak begitu memahaminya. Setelah kubaca, aku tidak berpikir untuk menjalin pertemanan dengan orang asing. Tapi pada akhirnya, ku bookmark artikel itu untuk kubaca di kemudian hari.
Beberapa minggu setelahnya, aku benar-benar tak bisa berhenti memikirkan orang yang telah menyakitiku. Terdengar alay memang, tapi waktu itu aku hanya peduli padanya. Lalu aku teringat dengan artikel yang ku-bookmark beberapa minggu lalu. Kubuka artikel tersebut dan memutuskan untuk membuat sebuah akun penpal di salah satu penpal website yang disebutkan. Waktu itu aku membuatnya di www.interpals.net. Kubuat profilku semenarik mungkin agar banyak orang yang mau menjadi temanku. Dan ternyata, tidak hanya orang asing saja yang menggunakan situs tersebut. Rupanya interpals juga telah dikenal oleh banyak orang di Indonesia.
Di language section, kucantumkan bahasa yang aku gunakan dan bahasa yang ingin kupelajari. Waktu itu kucantumkan Bahasa Prancis, karena memang di SMA aku belajar bahasa tersebut. aku juga mencantumkan Bahasa Belanda, aku tidak tahu kenapa aku mencantumkan bahasa itu, yang jelas aku hanya berpikir ingin terlihat keren karena mempelajari lebih dari satu bahasa :p Ah ya, sebenarnya juga dulu pernah mencoba belajar Bahasa Belanda secara otodidak tapi aku menyerah :( susah sekali..
Tidak lama setelah itu, aku menjalin pertemanan dengan beberapa orang. Tapi banyak di antara mereka yang membosankan, pervert, scammer, dll. Sampai saat ketika Mr. Kelapa mengirimku sebuah pesan dan menawarkan untuk mengajariku Bahasa Belanda. I was like.. uh, kebetulan nih! Langsung kujawab iya, tentu saja. Setelah itu aku buka profilnya dan berpikir, "ah, sepertinya dia orang baik" dan di sana juga tertulis bahwa ia akan mengunjungi Indonesia di bulan Desember! Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karena aku tak tinggal di kota yang akan dia kunjungi. Aku tinggal di sebuah desa yang terletak di kaki gunung. Tak pernah ada turis yang datang ke sini. Tentu saja itu tak akan menarik untuknya. Akupun menghapus khayalanku untuk bertemu dengannya.
Mulai saat itu, kami mengobrol tentang banyak hal dan hari demi hari kami makin dekat satu sama lain sebagai teman. Kami saling menunjukkan foto-foto tempat kami tinggal. Kami juga mengetahui bahwa masing-masing dari kami sedang patah hati karena orang yang kami cintai.
Setelah beberapa lama, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan :D yup, dia memutuskan untuk mengunjungiku di tempat aku tinggal! Wohoooo!. Tapi, aku tak langsung percaya. Banyak yang sudah bilang seperti itu dan mereka hanya bermaksud untuk menipu :( tapi tidak dengan Mr. Kelapa. Sejak saat itu, dia bertanya lebih detail tentang tempat tinggalku, dimana letaknya, bagaimana caranya untuk bisa sampai kesana. Kubilang padanya dia bisa menggunakan kereta untuk sampai di kota tempat tinggalku.
Hari itupun tiba, kami bertemu untuk pertama kalinya! Serasa mimpi yang menjadi kenyataan untuk gadis desa sepertiku. Dan memang, waktu itu kami masih berstatus sebagai teman dekat. Tapi itu tak mengurangi kebahagiaanku untuk menghabiskan waktu bersamanya. Dia tinggal di rumahku selama lima hari dan selama itu juga kami tak terpisahkan. Memang, karena adat di desa yang masih sangat kental, aku tidak boleh tidur satu rumah dengannya. Jadi, aku tinggal di rumah bibiku yang terletak di depan rumahku. Banyak orang terkejut, selama dia di sini, banyak orang yang datang ke rumahku dan ingin bersalaman serta berfoto dengannya. Hihi. Ada-ada saja..

  mumpung di sini..aku pencet deh hidungnya wkwkwkw
Kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di sekitar desa tempatku tinggal. Aku yakin, dia pasti mengalami culture shock karena untuk bergandengan tangan denganku saja tak boleh. Haha. Oh ya, waktu itu aku sedang libur sekolah jadi aku dapat menemaninya berjalan-jalan.
Hari terakhir, ketika dia harus kembali ke kota tempat tujuannya semula, aku sangat sedih. Tak bisa kubendung tangisku ketika kumengantarkannya ke stasiun. Kami berpelukan sangat lama dan sangat erat, kubiarkan semua air mata keluar membasahi pipiku.
"Don't forget me" I said to him. And he said that he won't. We hoped to meet each other again in the future.

Yah, kisah cinta kami memang belum dimulai hahaha. Tapi setelah itu, hubungan pertemanan kami semakin erat. Kami tak pernah melewatkan satu haripun untuk memberi kabar kepada satu sama lain. Akupun mulai merasa nyaman dengannya, dan aku mulai sadar aku telah melupakan mantanku semenjak ku bertemu dengannya. Dia memberi warna dalam hidupku, dia mengembalikan senyum yang telah lama hilang dari wajahku. Ya, aku telah jatuh cinta padanya...
Aku memang tak mengatakannya langsung. Seperti normalnya cewek, kuberi dia kode-kode bahwa ku mencintainya hahaha. #dasarcewek. Tapi sepertinya memang dia tak menyadarinya. Dan aku juga merasa bahwa kata-kata cinta baginya sangat sakral dan tidak mudah untuk diucapkan. Sampai pada hari itu (ngga inget tanggalnya sih :p) dia mengucapkan cinta padaku untuk PERTAMA KALINYA! Benar-benar ku tak pernah menyangka. Aku menangis mendengarnya. Tak pernah sebelumnya ku meneteskan air mata ketika seorang pria mengucapkan I love you kepadaku.. Tapi, Mr. Kelapa, yang mengucapkannya dengan sungguh-sungguh dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengucapkan itu...benar-benar membuatku speechless. Akupun bilang padannya aku mencintainya juga. Dan ya, dia berjanji akan menemuiku lagi di akhir tahun 2016!

Love,
Miss Stroopwafel x

Next post : Second Meeting LDR (Mr. Kelapa di Semarang)

2 komentar:

Azmi Karina mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
kelapa dalam stroopwafel mengatakan...

Aamiiinn 🙏🙏 makasih udah nyempetin baca, Azmi ^_^